Tuesday, December 29, 2020

SEL

KOMPONEN KIMIA SEL
KARBOHIDRAT
Berdasarkan fungsinya, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi:
  • Karbohidrat sederhana sebagai sumber energi di dalam sel
  • Karbohidrat rantai panjang sebagai cadangan energi
  • Karbohidrat rantai panjang sebagai komponen struktural organel dan bagian sel lainnya.
  • Karbohidrat terdiri dari unsur karbon (C), oksigen (O), dan hidrogen (H). Rumus molekul karbohidrat adalah Cn(H2O)n.
MONOKSIDA
Monosakarida adalah karbohidrat sederhana yang namanya ditentukan oleh jumlah atom C pada molekulnya. Contoh monosakarida adalah triosa, pentosa, dan heksosa.

TRIOSA
Triosa, memiliki 3 atom C, terdapat di dalam sel sebagai hasil atau metabolit pada oksidasi heksosa dan pentosa.
Contohnya adalah gliseraldehid dan dihidroksi aseton.


PENTOSA
Pentosa, memiliki lima atom C, terdapat pada asam nukleat (DNA dan RNA) dan beberapa koenzim.


HEKSOSA
Heksosa, memiliki enam atom C.




Disakarida (Cn(H2O)n-1)

Disakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis akan menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau berbeda. Contohnya sukrosa (gula tebu) yang terdapat pada sel batang tebu dan laktosa (gula susu) yang terdapat pada kelenjar susu (kelenjar mamae).

Polisakarida (C6H10O5)

Ada dua macam polisakarida, yaitu homopolisakarida dan heteropolisakarida

Homopolisakarida:
  • Amilum (zat pati), merupakan hasil fotosintesis.
  • Glikogen, terdapat di dalam sel-sel hati dan sel-sel otot.
  • Inulin, terdapat pada sel akar tumbuhan tertentu sebagai cadangan makanan.
  • Lignin, terdapat pada sel xilem.
  • Selulosa, terdapat pada dinding sel tumbuhan tingkat tinggi dan berfungsi sebagai pelindung sel.
Heteropolisakarida:
  • Kitin, terdapat pada kulit Arthropoda, misalnya jangkrik, kumbang, dan belalang.
  • Heparin, terdapat di dalam sel hati, sel paru-paru, dan sel dinding arteri sebagai zat antikoagulasi.

Monday, April 16, 2018

SISTEM CCTV

BAB V
CCTV
 
Gambar 5.1. Single Line Diagram CCTV

Kabel sensor 1 titi 1 tarikan
Peralatan Utama :
-          LCD Colour Monitor.
-          Digital Keyboard Controller
-          Video Manager
-          Digital Multiplexer Recorder
-          Video Distributor
-          Hybrid DSS
Fixtures
Outdoor Fixed Camera color c/w Housing & Blower
-          Dome Camera Color Fixed Narrow Angle
-          Dome Camera Color Fixed Wide Angle
-          Color Dome Pan Tilt & Zoom
Installasi
-          Kabel Power NYM 3 x 1.5 mm2 dalam pipa PVC conduit 20 mm²
-          Kabel Sensor Coaxial cable RG 6 dalam pipa PVC conduit 20 mm²



SISTEM MATV

BAB IV
SISTEM MATV

Sistem MATV yang biasanya digunakan yaitu first media dan indovision, tetapi untuk di ruang yang tidak memerlukan siaran berbayar maka dapat digunakan Antena UHF dan VHF.
Peralatan Utama :
-          Antenna Parabola . . . Feet
-          UHF Antena
-          VHF Antena
-          Booster
-          Digital receiver
-          Tiang Antena
-          Tap off . . . way
-          Splitter . . . way
-          DSB Programmable Television Modulator
-          Distribution Amplifier
-          Rack Mounting
-          TV Monitor 14"
-          Single Chanel Amplifier
-          Power Supply
-          Power Devider
-          Base Plate . . . Modules
-          Housing . . . Modules
-          Variable Attenuator
-          Kabel Koneksi
-          Junction Box Television (JBTV)
Fixtures :
-          Outlet TV
Installasi :
Kabel Instalasi
RG11 dalam pipa PVC conduit 20mm²
RG6 dalam pipa PVC conduit 20mm²
   
Catatan :
Ø  Tap Off berfungsi untuk mengatur sinyal. Pemasangan Tap Off bertujuan agar sinyal yang diterima outlet tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Signal yang bagus diterima TV antara 0 sampai 10 dB, biasanya 4 dB.
Tap Off = 4 Way, 8 Way.
Losses Pada Tap Off = 3 dB.
Ø  Splitter berfungsi membagi siyal sama rata.
Misal 4 Way = masing – masing dibagi 4 sama rata ¼, ¼, ¼, ¼,.
Splitter = 2 Way, 4 Way, 6 Way, 8 Way.

Ø  Coupler ada minus = -15, -10, -20 dB.

SISTEM TELEPON

BAB III
SISTEM TELEPON

3.1. Telepon
Adapun peralatan pada system telepon yaitu :
a)    PABX (Private automatic Branch X-change)
PABX adalah suatu perangkat telekomunikasi yang berfungsi sebagai pengatur antara bagian internal ( extention to extention) dengan external (out going dan incoming). biasanya PABX digunakan untuk kantor, gedung, perumahan, dll. PABX modern bahkan dapat diprogram dengan sistem komputer untuk melacak setiap telepon masuk dan telepon keluar. Sistem ini bahkan bisa diatur siapa saja yang boleh melakukan hubungan telepon ke tujuan tertentu. PABX juga bisa digunakan untuk mengetahui penggunaan telepon karyawan yang tidak semestinya.
PABX.jpeg
Gambar 3.1. PABX
b)   MDF (Main Distribution Frame)
MDF merupakan kabinet bertemunya seluruh sambungan instalasi telepon, baik dari cabang maupun dari luar (CO Line). MDF ini memiliki dua sisi koneksi, 1 sisi koneksi untuk kabel dari TB, IDF maupun dari Telkom (CO line). sedangkan sisi lainnya murni dari unit PABX. Kedua sisi tersebut nantinya dihubungkan menggunakan kabel jumper (hubung), kabel 1core yang dililit sepasang, berwarna hitam-putih, atau merah-biru dll.
Arester biasanya dipasang di sini pada kabel kabel yang alurnya kemungkinan terkena imbas petir dll. Dan jangan lupa, label serta keterangan lengkap tiap titik pada masing masing terminal harus ditempel di masing masing sisi, agar memudahkan pengerjaan,  pemeriksaan dan perawatan.
MDF2.jpeg
Gambar 3.2. MDF
ares.jpeg
Gambar 3.3. Arester
c)    Software Billing System
Sistem billing merupakan sistem yang membantu para usahawan untuk mengatur dan mencatat segala transaksi yang terjadi.
d)   TB (Terminal Box)
TB adalah boks yang berfungsi sebagai penghubung antara kabel dari penyedia layanan telepon (dalam hal ini adalah PT Telkom) dan kabel ITC yang mengarah ke MDF.
tb.jpeg
Gambar 3.4. Terminal Box
Isi dari Terminal Box :
-          Box Telepon
-          LSA
-          Dudukan LSA (isi 3 dan isi 5)
1 LSA = 20 Terminal = 10 Pairs = 5 Telepon
Dimana,
1 Telepon membutuhkan 4 kabel = 2 Pairs (ITC ukuran paling kecil)
= 2 x 2
Telminal Box = kelipatan 10 Pairs
Misal :
Dibuat 6 telepon, maka
6 x 4 = 24 terminal à dibutuhkan 20 Pairs = 2 LSA
Catatan : 1 LSA = 10 Pairs dan LSA kelipatan 10 Pairs
Rumusan,
Ø Jika diketahui jumlah telepon
…LSA
= …LSA x 10 Pairs
= …Pairs
Ø Jika diketahui jumlah pairs
…LSA

e)    Patch Panel
Patch panel merupakan panel penghubung yang menyediakan multi portyang menyalurkan kabel-kabel seperti switch ke piranti-piranti atau hardware penghubung lainnya.
http://htmlimg4.scribdassets.com/924g9dkolc1ayt5k/images/152-6567e8e875.jpg
Gambar 3.5. Patch Panel
f)    KEY Telepon
Key Telepon yaitu pesawat telepon yang berfungsi sebagai alat untuk melakukan pemrograman pada pabx dan berfungsi juga sebagai pesawat telepon operator karena dilengkapidengan LCD display dan tombol tombol untuk fungsi operator telepon.



3.2. Telepon IP
Gambar 3.6. Single Line Diagran Telepon IP
Port Switch = 8 Port, 16 Port, 24 Port
Rumusan,
Port Swicth = Jumlah Telepon atau
= Switch -1
Contoh :
Gambar 3.7. Kebutuhan switch/hub





3.2. Faximile
Faksimile atau biasa dikenal dengan faks adalah teknologi telekomunikasi yang digunakan untuk menyalin dan mengirimkan dokumen yang serupa dengan aslinya, menggunakan jaringan telepon ke mesin fax penerima yang kemudian bisa dicetak dikertas. PABX juga dapat diprogram sehingga akan muncul greeting otomatis setiap kali ada telepon masuk sebelum diarahkan ke tujuan yang bersangkutan Untuk tujuan fungsi fax, Anda dapat memprogram sambungan yang melalui control station tersebut menuju ke sebuah mesin fax, atau bahkan ke berbagai nomor tujuan fax.
Gambar 3.8. Mesin Fax

3.3. Kabel Telepon
Kabel telepon yang tersedia di pasaran :
ITC =1p,2p,6p,10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p (0,6mm)
Areal cable =10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p,120p (0,6mm; 0,8mm; 1mm)
Dropwire=10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p,120p,150p,200p,250p,300p,400p,500p,600p,800p,1000p,1200p (0,4mm)
JELLYAR MOURED CABLE =10p,20p,30p,40p,50p,60p,80p,100p,120p,150p,
200p, 250p,300p,400p,500p, 600p,800p(0,6mm; 0,8mm)
Dalam menyambung kabel telepon, terutama di terminal boks yang berkapasitas besar, butuh penataan penyambungan. agar tidak pusing melihat gerombolan kabel, mari kita ulas. Kabel telepon umumnya dipilin 2pair terdiri dari warna Biru-Merah-Hitam-Putih. Bila kabel itu 10 pair, maka terdapat 5 gerombol kabel 2pair dengan tiap tiap gerombol terdapat 1 kabel pembeda. kita amati berikut :
Dalam kabel 10 pair terdapat:
1. Biru-merah-hitam-putih
2. Oranye-merah-hitam-putih
3. Hijau-merah-hitam-putih
4. Coklat-merah-hitam-putih
5. Abuabu-merah-hitam-putih
kabel tersebut disambungkan ke LSA 10 Pair maka susunannya:
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|Biru-merah|hitam-putih|Oranye-merah|hitam-putih|Hijau-merah|hitam-putih|Coklat-merah|hitam-putih|Abuabu-merah|hitam-putih|
-----1-----------2-------------3-----------4----------5------------6-----------7------------8-------------9-----------10-----
untuk mudah mengingat maka bisa disingkat BOHCA
Sepuluh pair selanjutnya mengikuti siklus diatas, bedanya hanya pada lingkaran luar/dalam dan pita putih/kuning/merah. untuk lebih yakin ya diuji aja tiap 10 pair, misal di 10p pertama, diujung disambung warna biru, 10p ke 2 warna Oranye, dst, maka bila di avo diujung satunya bisa ketahuan. Sebagian kabel menggunakan kode warna dan titik. misal titik 1 titik 2 dst. atau variasi BOHCA dan titik/ belang. namun yang umum dipakai adalah kode warna BOHCA. sedangkan kabel jenis yang menggunakan kode titik/belang biasanya kabel indoor bawaan mesin PBX PBX untuk menyambung ke amphenol 25pair (mirip paralel port pada computer).
3.4.  INSTALASI
- Instalasi Telephone / Faximile à Kabel ITC 2 x 2 x 0.6mm² dalam PVC Conduit Ø 20 mm
- Kabel Feeder dari MDF ke TB – Tel à Kabel ITC . . . x 2 x 0.6mm² dalam PVC Conduit Ø 20 mm
3.5. CARA PERHITUNGAN
-          Untuk menentukan kabel feeder dari TBTP/JBTP ke MDF-TP berdasarkan jumlah pair pada TBTP/JBTP
-          Untuk menentukan kabel feeder dari MDF-TP ke PABX, yaitu dua kali jumlah extention
-          Untuk menentukan kapasitas MDF yaitu dilihat dari jumlah TBTPnya
-          Untuk menentukan kapasitas PABX yaitu dilihat dari jumlah extentionnya
-          Untuk menentukan kabel feeder dari TBTP/JBTP ke MDF-TP berdasarkan jumlah pair pada TBTP/JBT
-          Untuk menentukan kabel feeder dari MDF-TP ke PABX, yaitu dua kali jumlah extention pada PABX

Gambar 3.9. Single Line Diagram telephone
Peralatan Utama :
-          PABX . . . Line PTT . . .Ext
-          Software Billing System Office Standard dan Perangkat Komputer
-          MDF . . . Pair
-          JBTP . . . Pairs
-          Patch panel
-          Outlet Telephone
-          Outlet Faximile
Fixtures
-          Pesawat Telephone Executive (Digital)
-          Pesawat Telephone Standard
-          Faximile
Installasi
Instalasi Telephone / Faximile Kabel ITC 2 x 2 x 0.6mm² dalam PVC Conduit Ø 20 mm
Kabel Feeder dari MDF ke TB – Tel Kabel ITC . . . x 2 x 0.6mm² dalam PVC Conduit Ø 20 mm


SISTEM TATA SUARA / SOUND SYSTEM

BAB II
SISTEM TATA SUARA

2.1. Prinsip Dasar Sistem Tata Suara
Prinsip dasar system tata suara yaitu :
-       Suara ditangkap oleh microphone dari sumbernya.
-       Microphone merubah suara tadi menjadi signal listrik dan mengirimnya melalui kabel menuju mixer.
-       Mixer menerima signal suara dan musik tadi melalui setiap kanalnya kemudian me - mix ( menyambung dan menseimbangkan ) untuk dikirimkan lagi melalui kabel ke rampaian power amplifier.
-       Power amplifier merubah signal menjadi energi listrik dan mengirimkannya ke loudspeaker.
-       Loudspeaker merubah energi listrik menjadi gerakan mekanis dari konus speaker yang kemudian menggetarkan udara dan menjadi suara
-       Audiens mendengarkan suara tersebut
2.2. Peralatan Sistem Tata Suara
Peralatan system tata suara antara lain :


-       AM/FM tunner
-       Multidisc Player
-       Mixer frame w/modules
-       Autoreverse cassette
-       Program selector
-       Paging microphone
-       Paging emergency microphone
-       Speaker selector . . . channel
-       Power Amplifier
-       Equalizer
-       MDF-SS . . . . . Pairs
-       JB-TS . . . . . Pairs
-       Rak cabinet
-       Attenuator



a)    Mikrofon
Mikrofon (bahasa Inggris: microphone) adalah suatu jenis transduser yang mengubah energi-energi akustik (gelombang suara) menjadi sinyal listrik. Mikrofon merupakan salah satu alat untuk membantu komunikasi manusia. Mikrofon dipakai pada banyak alat seperti telepon, alat perekam, alat bantu dengar, dan pengudaraan radio serta televisi.
images.jpg
Gambar 2.1. Mikrofon
b)   Mixer
Mixer adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Mixer berfungsi sebagai pencampur suara, Sinyal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.
24-Professional-Audio-Mixer.jpg
Gambar 2.2. Mixer

c)    Power Amplifier
Power Amplifier Adalah komponen elektronika yang di pakai untuk menguatkan daya atau tenaga secara umum. Dalam penggunaannya, amplifier akan menguatkan signal suara yaitu memperkuat signal arus I dan tegangan V listrik dari inputnya. Sedangkan outpunya akan menjadi arus listrik dan tegangan yang lebih besar.
image004.jpg
Gambar 2.3. Amplifier
d)   Loudspeaker
Secara umum pengertian speaker adalah perangkat elektronika yang terbuat dari logam yang fungsinya adalah mengubah gelombang listrik dari perangkat penguat audio menjadi gelombang suara atau getaran. Proses pengubahan gelombang elektromagnet menjadi gelombang bunyi tersebut dapat terjadi karena aliran listrik dari penguat audio dialirkan kedalam kumparan dan terkena pengaruh gaya magnet  pada speaker, sesuai dengan kuat lemahnya arus listrik yang diterima, maka getaran yang dihasilkan pada membran akan mengikuti dan jadilah gelombang bunyi yang dapat kita dengarkan.
1351712_focusmw-105.jpg
Gambar 2.4. Loudspeaker
e) Volume Control
f) Instalasi
Untuk instalasi sound system menggunakan Kabel power NYMHY 3 x 1.5mm² dalam pipa PVC conduit 20mm²
Gambar 2.5. Single Line Diagram Sound System
Note : Sistem instalasi sound sistem sama dengan instalasi lampu ( paralel )








Tabel 2.1. Sound System Untuk Standar Room
No.
Room Name
Speaker
Square Meter
1
Canopy - Factory
None

2
Canopy - Office
None

3
Canteen
Ceiling Speaker
100
4
Compressor Room
None

5
Computer Room
Ceiling Speaker w/ att
100
6
Corridor (Factory)
None

7
Corridor (Office)
Ceiling Speaker
100
8
Electrical Room
None

9
Entrance
None

10
First Aid
Ceiling Speaker w/ att
150
11
Guard House
None

12
Guest Room
Ceiling Speaker w/ att
150
13
Kitchen
None

14
Lobby
None

15
Locker room
None

16
Machine Room
None

17
Maintenance Room
Ceiling Speaker w/ att
150
18
Meeting Room
Ceiling Speaker w/ att
150
19
Mosque
None

20
Office(Factory)
Ceiling Speaker w/ att
150
21
Office
Ceiling Speaker w/ att
150
22
Pantry
None

23
Production Area
Horn Speaker
500
24
Pump Room
None

25
QC Room
Ceiling Speaker w/ att
150
26
Reception
Ceiling Speaker w/ att
150
27
Rest Room
None

28
Shower Room
None

29
Staircase (Factory)
None

30
Staircase (Office)
None

31
Storage
None

32
Toilet
None

33
VIP Room
Ceiling Speaker w/ att
150
34
Warehouse
Horn Speaker
500


SEL

KOMPONEN KIMIA SEL KARBOHIDRAT Berdasarkan fungsinya, karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi: Karbohidrat sederhana sebagai sumber energi d...